TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan kembali menunjukkan bahwa pemasyarakatan tak hanya soal pembinaan di dalam tembok penjara, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat. Pada Rabu (25/6/2025), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program Asimilasi Kerja Luar terlibat dalam aksi sosial bersih-bersih masjid di sekitar area Lapas.
Aksi ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Tarakan untuk membentuk karakter warga binaan yang peduli lingkungan dan memiliki nilai sosial serta spiritual.
Didampingi petugas dari Seksi Kegiatan Kerja, para WBP membersihkan berbagai area masjid, mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga ruang utama. Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari pengurus masjid dan warga sekitar.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan mengintegrasikan warga binaan dengan masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa pemasyarakatan itu PASTI bermanfaat. WBP asimilasi didorong untuk berkontribusi langsung melalui kegiatan sosial seperti ini,” ujar Jupri.
Selain memperkuat hubungan dengan masyarakat, aksi ini juga menjadi sarana bagi WBP untuk mengasah rasa tanggung jawab dan kepekaan sosial sebagai persiapan menjelang masa bebas mereka.
Dengan penuh semangat gotong royong, kegiatan berlangsung lancar dan aman. Aksi ini mencerminkan semangat pemasyarakatan yang humanis, di mana WBP tidak hanya dilatih keterampilan kerja, tetapi juga diajak untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan yang partisipatif dapat menciptakan harapan baru: membentuk pribadi yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat, dan memberikan kontribusi positif.
Lapas Tarakan pun terus berkomitmen untuk menjalankan program-program serupa demi mendukung pembinaan yang bermakna. (*)
Reporter : Arif Rusman









Discussion about this post