TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menggelar pelatihan pengolahan perikanan “Bandeng Cabut Duri” untuk 120 peserta dari berbagai kelurahan. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Tarakan, Senin (16/6/2025), merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Tarakan.
Asisten Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Ajat Jatnika, yang mewakili Wali Kota Tarakan, menyampaikan pelatihan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat.
“Sebagaimana arahan Wali Kota, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk perikanan di masyarakat. Dengan dicabut durinya, bandeng dapat dijual lebih bernilai, dari Rp15–20 ribu per ekor menjadi Rp35 ribu. Hal ini menjadi potensi besar, karena Tarakan dikelilingi tambak dan tersedia cukup bahan baku. Tinggal diberdayakan masyarakatnya saja,” ujar Ajat.
Selain menjadi unggulan Wali Kota Tarakan, pelatihan ini juga merupakan upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ajat menyebut, apabila nantinya peserta kesulitan permodalan, dapat mengakses program Dana Bergulir Ekonomi Kerakyatan (DBEK).
“Ini memang menjadi program unggulan Wali Kota. Setelah pelatihan, apabila memang kesulitan permodalan, nantinya dapat menggunakan dana bergulir yang tersedia.” Jelas Ajat.
Terkait upaya mencari distributor dan pengirimannya, Ajat menyampaikan saat ini memang masih bertahap. “Sementara masih bertahap. Kita mulai dari pelatihan dan pembekalan keterampilan dahulu. Setelah nantinya berjalan, mungkin dapat mencari distributor dan pengirim ke luar daerah.” Tambahnya.
Selain demi kepentingan keluarga, keterampilan yang diajarkan juga nantinya dapat menjadi sumber penghasilan. “Kalau memang nantinya tidak menjadi usaha, setidaknya ibu-ibu di rumah punya keterampilan yang bernilai dan berguna.”
Sementara itu, Ardiansyah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tarakan, mengatakan bandeng tanpa duri memang tengah menjadi produk unggulan.
“Bandeng yang awalnya dijual Rp25 ribu per ekor, dapat naik menjadi Rp35–40 ribu apabila dicabut durinya. Hal ini terjadi karena memang terjadi nilai tambah yang cukup signifikan.”
Selain bernilai ekonomis, kegiatan pelatihan ini juga nantinya akan diintegrasikan ke program pemerintah pusat, yaitu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ini berguna, ya, untuk MBG, karena bandeng tanpa duri bergizi dan bagus untuk perkembangan otak anak-anak. Makanya kami merekomendasikan MBG menggunakan bandeng tanpa duri.”
“Ini masih uji coba di Juata Krikil. Setelah nantinya berjalan penuh, diharapkan dapat menyerap lebih luas. Makanya kami terus melatih masyarakat, supaya nantinya dapat memenuhi kebutuhan dan olahannya dapat diterima lebih luas, juga dapat menjadi sumber pendapatan keluarga.” tutup Ardi. (UL)









Discussion about this post