TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tarakan akan menggelar Job Fair pada akhir Juni mendatang di Grand Tarakan Mall (GTM). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Disnaker Tarakan dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tarakan.
Kepala Disnaker Kota Tarakan, Agus Sutanto, menjelaskan meskipun tanggal pelaksanaan belum dapat dipastikan, saat ini sudah ada sepuluh perusahaan yang akan berkontribusi dalam Job Fair tahun ini dan tengah dalam persiapan lebih lanjut.
“Hingga saat ini, lima perusahaan telah menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dan telah memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan yang tersedia. Sementara itu, lima perusahaan lainnya masih dalam tahap koordinasi untuk memastikan keikutsertaan mereka,” jelas Agus saat dijumpai pada Rabu (11/6/2025).
Dari sepuluh perusahaan yang akan berpartisipasi, dua di antaranya memberikan kesempatan khusus bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti Job Fair ini. Hal ini menjadikan acara tersebut sebagai “Job Fair Inklusif” pertama di Tarakan.
“Alhamdulillah, tahun ini ada dua perusahaan yang membuka formasi untuk teman-teman kita yang disabilitas. Jadi Job Fair kita nanti adalah Job Fair inklusif,” ungkap Agus.
Posisi yang ditawarkan untuk penyandang disabilitas adalah sebagai tenaga administrasi (admin). “Yang disabilitas itu kerjanya sebagai admin,” tambah Kepala Disnaker.
Mengingat antusiasme masyarakat Tarakan terhadap Job Fair di tahun-tahun sebelumnya, Disnaker telah mempersiapkan berbagai antisipasi untuk menghindari kepadatan berlebihan. Acara akan diselenggarakan di lantai dasar Grand Tarakan Mall.
“Sudah kita upayakan antisipasi dengan teman-teman, sudah kita bicarakan untuk menyiapkan kegiatan supaya tidak crowded. Makanya kita juga tidak bisa sebanyak-banyaknya perusahaan,” terang Agus.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Job Fair Tarakan biasanya dihadiri sekitar 600-800 pencari kerja.
“Nanti kalau tahun ini sampai 1.000 pun mudah-mudahan sudah kita antisipasi. Bagaimana pintu keluar masuk, kemudian kita siapkan juga tenaga kesehatannya supaya ada kejadian-kejadian yang tidak terduga bisa ditangani,” jelas Agus.
Mengenai daya serap tenaga kerja, Kepala Disnaker mengakui bahwa angka tersebut masih berkembang karena belum semua perusahaan memberikan kepastian jumlah posisi yang tersedia.
“Ini belum ada (angka pasti), karena masih berkembang. Memang ada satu perusahaan yang perlu 40 orang, tapi ada juga yang hanya dua. Tapi tidak masalah,” ujarnya.
Seluruh perusahaan yang telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam Job Fair kali ini berasal dari sektor swasta. Hal ini menunjukkan komitmen dunia usaha Tarakan dalam menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.
Kerja sama dengan HIPMI Tarakan juga diharapkan dapat memperluas jaringan perusahaan yang berpartisipasi dan meningkatkan kualitas Job Fair secara keseluruhan.
Job Fair Tarakan tahun ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pencari kerja di Kota Tarakan sekaligus memfasilitasi perusahaan-perusahaan lokal dalam mencari tenaga kerja yang berkualitas. Informasi lebih lanjut mengenai tanggal pasti pelaksanaan dan persyaratan akan diumumkan oleh Disnaker Kota Tarakan.
Reporter : Herul A. Muchlis
Editor : Arif Rusman













Discussion about this post