TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Kalimantan Utara, menggandeng CV Surya Mandiri X (SMX) Distribusi Tarakan menggelar pelatihan kemandirian produksi roti untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Workshop Bimbingan Kerja ini resmi ditutup pada Rabu (28/5/2025).
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk memberdayakan WBP.
“Kegiatan ini adalah langkah nyata untuk menciptakan produk UMKM unggul sekaligus mendukung rehabilitasi narapidana. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan SMX Distribusi Tarakan yang telah mendukung penuh pelaksanaan pelatihan ini,” ujar Jupri saat pembukaan acara.
Pelatihan yang diberikan langsung oleh instruktur berpengalaman dari SMX mencakup teori dan praktik, mulai dari persiapan produksi, pembuatan aneka roti manis, donat, bolu kukus, hingga teknik pengemasan dan pemasaran. Para peserta, yang merupakan WBP terpilih dengan kriteria administrasi, substantif, dan penurunan tingkat risiko, antusias mengikuti setiap sesi.
Program ini dirancang untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan di lapas maupun setelah bebas. Dengan menguasai teknik produksi roti, mereka diharapkan mampu menghasilkan produk UMKM berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi di masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi bekal keterampilan, tetapi juga membuka peluang wirausaha bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” tutup Jupri.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di lapas tak hanya soal hukuman, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kedua untuk hidup lebih baik melalui kemandirian dan kreativitas. (*)
Reporter : Arif Rusman









Discussion about this post