TARAKAN – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hari ini, masih berlangsung di UPT BKN Tarakan pada Senin (4/11/2024). Dimana Pelaksanaan SKD sediri telah dimulai pada 16 Oktober 2024 lalu sampai dengan 14 November 2024 mendatang.
“Ada beberapa peserta datang dia tidak membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK). Kan syarat peserta datang harus bawa KTP kemudian kartu peserta dana tau KK. Kalau tidak ada KTP atau KK bisa bawa hasil print IKD,” papar Kepala UPT BKN Tarakan Ari Wibawa.
Ari Wibawa menyampaikan jika sampai dengan hari ini, pelaksanaan tes SKD sendiri untuk kendala tak ada ditemukan pihak panitia. Hanya saja memang ada kejadian yang dialami peserta salah satunya lupa membawa KTP.
“Harapan kami teman peserta diingat baca tatib dan setiap instansi sudah buat pengumuman apa yang perlu dibawa, perlu disiapkan,” jelasnya.
Bahkan tercatat beberapa peserta tak membawa kartu Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sehingga imbasnya tak bisa masuk ruang ujian. Peserta tak bisa mengikuti ujian karena pada sesinya tidak membawa persyaratan.
Sedangkan untuk KTP digital bisa digunakan disebut identitias kependudukan digital (IKD). Namun harus dalam bentuk printout screenshoot dan dibawa dilampirkan dengan kartu peserta untuk registrasi.
Adapun untuk peserta terlambat juga ada namun masih bisa mengambil pin karena waktunya masih sempat. “Di kami pin untuk ujian sudah tidak bisa ditarik lima menit sebelum sesi dimulai. Jadi kalau misal peserta terlamabt lebih dari 5 menit sebelum sesi dimulai atau lebih dari jadwal ujiannya, otomatis gugur tidak bisa ikuti ujian. Yang terlambat kemarin ada beberapa kemarin sekitar 2 orang dan mereka tetap didiskualifikasi,” paparnya.
Karena mereka datang melebihi dari jadwal yang ditentukan atau jadwal sesi ditentukan. Sedangkan terkait dengan masalah persentase kehadiran sampai hari ini total peserta yang seharusnya mengikuti ujian sebanyak 3.396 peserta. Kemudian sampai hari ini di sesi kedua, hadir 3.125 peserta dan tidak hadir sebanyak 271 peserta.
“Total kehadiran 92 persen. Tidak ada konfirmasi dari peserta. Otomatis gugur tidak bisa lanjut. Mungkin yang bersangkutan lolos administrasi dan bersamaan jadwal ujian ada keperluan, bisa jadi seperti itu,” jelasnya.(agg)









Discussion about this post