TARAKAN- Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Tarakan, bersama dengan IESPA Kaltara, menggelar Turnament E-Sport, PUBG mobile, dan Moblie legends Bang-bang yang digelar di Pondok Lesehan mulai (24-25/ 11/) kemarin.
Ketua KORMI Tarakan Suparlan, menyampaikan bahwa kegiatan e-sport ini baru pertama kali dilakukan oleh KORMI Tarakan, dengan berkolaborasi IESPA Kaltara pada Turnament tersebut.
Dimana tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyalurkan bakat para atlet yang ada di Tarakan.
“Kebetulan IESPA bekerja sama dengan KORMI untuk melakukan persiapan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) yang akan datang. Dan yang terpenting adalah menggali potensi pemuda di Tarakan dalam olahrag e-sport,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suparlan menerangkan jika KORMI berusaha untuk tetap mendukung pemuda agar suatu saat nanti, terdapat atlet dari Tarakan yang bisa mewakili negara Indonesia, untuk dapat berlomba di tingkat dunia dengan olahraga e-sport.
Menurutnya, dengan kegiatan lomba e-spet yang dilakuakn kemarin, pihaknya mengaku persiapannya baru dilakukan selama tiga hari, walaupun idenya sudah lama, namun antusias para pemuda cukup banyak.
“Dimana hampir sekitar 500 atlet turut serta dalam kegiatan ini, mulai dari usia dini, hingga orang tua juga turut bermain pada kegiatan lomba e-sport yang kita gelar kemarin,”bebernya.
Dengan melihat antusian masyarakat yang begitu banyak, tentunya olahraga ini sangat dicintai bahkan di tingkat dunia. Di Asia saja, sekitar 274, 5 juta orang yang menyukainya, dan 34 persen peminatnya dari Indonesia, sehingga hal ini menjadi angin segar bagi KORMI Tarakan dalam mendukung olahrahga e-sport.
“Bahkan ini juga ada bukti player efecnya, terkait dengan ekonomi kreatif, karena hal ini bukan hanya sekedar main game saja, namun juga bisa menghasilkan uang yang banyak. Bahkan untuk atlet propesional saja bisa menghasilkan 50 juta per bulan dan yang terendah sekitar 4 juta per bulan,” tuturnya.
Untuk itu, Suparlan berharap dengan animo masyarakat yang luar biasa dan ditambah dengan adanya dukungan dari pemerintah kota Tarakan, tentunya kegiatan ini bisa dilakukan dalam Event yang lebih besar lagi, baik itu Event nasioanl, maupun Event tingkat dunia untuk dilaksanakan di Tarakan.
“Kita juga mohon doanya kepada masyarakat Tarakan, mudah-mudahan olahraga ini makin dicintai dan memberikan dampak yang positif bagi kita semua, terutama ada dampak bagi kaum muda, agar dapat keluar dari zona merah narkoba, dan beralih ke olahraga yang positif dan berprestasi,” tutupnya (agg)









Discussion about this post