TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kota Tarakan.
Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik, mengatakan upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
Menurut Evon, melalui kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan, pihaknya berharap angka kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kota Tarakan dapat terus ditekan hingga berada di angka 1 persen dari total jumlah penduduk.
Ia menilai, target tersebut membutuhkan komitmen bersama, terutama dalam memperkuat langkah pencegahan sejak dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Kami berharap dengan adanya kerja sama dan sinergi dari seluruh pihak, angka penyalahgunaan narkotika di Kota Tarakan bisa terus kita tekan. Target kami tentunya bagaimana kasus ini dapat berada di angka 1 persen dari jumlah penduduk,” ujar Evon.
Evon menambahkan, peran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya tersebut. Menurutnya, lingkungan keluarga dan masyarakat dapat menjadi benteng awal dalam mencegah seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, BNNK Tarakan akan terus mendorong berbagai program edukasi, sosialisasi, pencegahan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Ini bukan hanya tugas BNN, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat dan semakin kuat koordinasinya, tentu peluang kita untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika juga akan semakin besar,” pungkasnya. (RF)








Discussion about this post