01 Mar 2021
Tarakan

Tim SAR Mengevakuasi jenazah Rahul ke Darat

Tim SAR Mengevakuasi jenazah Rahul ke Darat

Keterangan Gambar : (foto: Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan)

TARAKAN – Satu dari dua warga Pantai Amal yang dikabarkan terjatuh ke laut saat ikut orangtuanya mencari ikan di daerah Marungau, perairan Pulau Bunyu, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (15/2/2021), telah ditemukan. 

Adalah Rahul (20), yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada Kamis (18/2/2021) pagi atau di hari keempat dilakukannya pencarian oleh tim SAR, sejak Senin (15/2/2021).  

Namun Rahul ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Hal itu dipastikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin setelah mendapatkan informasi dari jajarannya di lapangan. 

“Pada hari ini pada pukul 08.35 WITA  kami menerima informasi dari tim kami yang ada di lapangan, menginformasikan bahwa pada pukul 08.25 WITA, satu korban berhasil ditemukan dalam keadaan MD (meninggal dunia), kurang lebih sekitar 4,84 notikamile mengarah ke sekitaran pulau Bunyu,” beber Amiruddin dalam keterangan persnya yang diterimapada Kamis (18/2/2021).

Amiruddin mengakui ada kendala yang dihadapi tim SAR di lapangan sehingga butuh waktu empat hari untuk menemukan korban. Kendala berupa arus deras dan air yang kurang jernih untuk melakukan penyelaman.  

“Adapun kendala yang ditemukan hingga memakan waktu empat hari, di lokasi LKP itu arus air yang sangat keras. Yang kedua airnya tidak terlalu jernih sehingga menyulitkan untuk melakukan penyelaman,” tuturnya.   

Setelah ditemukan, korban dievakuasi tim SAR gabungan ke posko pencarian dipusatkan di Juata Laut, dilanjutkan evakuasi ke Rumah Sakit Umum Tarakan untuk dilakukan visum dan diserahkan kepada pihak keluarganya.

“Sehingga sampai siang hari ini, operasi SAR terhadap kondisi membahayakan itu sudah ditemukan satu. Tinggal satu lagi yang dicari Anak-anak yang berumur 5 tahun jenis kelamin laki-laki atas nama Hafiz,” ungkapnya. 

Sampai berita ini dirilis sekira pukul 13.20 Wita pada Kamis (18/2/2021), tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan berjumlah 6 orang dari Polair Polda Kaltara juga 6 orang, dibantu masyarakat maupun nelayan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. (jkr-1)

Kirim Komentar