TARAKAN – Polemik tembok beton yang menutup akses jalan umum di Gang Jengki RT 08, Kelurahan Kampung I Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, mulai menemukan titik terang. Hal tersebut menyusul kunjungan lapangan yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan bersama unsur pemerintah daerah, Senin (16/3/2026).
Kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari surat undangan resmi DPRD Kota Tarakan terkait agenda peninjauan langsung terhadap pembongkaran tembok akses jalan di Gang Jengki. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kota Tarakan Barokah dan Adyansa, serta unsur Pemerintah Kota Tarakan, di antaranya dari bagian pertanahan, pihak kelurahan, dan Kecamatan Tarakan Tengah, serta perwakilan warga setempat.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena tertutup pagar beton milik salah satu rumah, sehingga akses masyarakat menjadi sempit dan sulit dilalui kendaraan.
Dalam kesempatan tersebut, Adyansa juga sempat melakukan mediasi dengan pemilik rumah yang membangun pagar beton yang dinilai memotong akses jalan umum. Mediasi dilakukan agar persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa keberadaan tembok tersebut memang menghambat akses jalan warga, terutama bagi kendaraan darurat. DPRD menilai kondisi ini harus segera diselesaikan demi kepentingan masyarakat luas.
Anggota DPRD Kota Tarakan, Barokah, menegaskan bahwa fungsi jalan harus dikembalikan sebagaimana mestinya agar dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.

“Jalan ini harus dikembalikan sesuai fungsinya. Minimal tembok dibongkar sekitar tiga meter supaya kendaraan operasional seperti ambulans, mobil jenazah, maupun mobil pemadam kebakaran bisa masuk tanpa hambatan,” tegas Barokah saat peninjauan di lokasi.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang terlalu sempit sangat berisiko, terutama di kawasan padat penduduk dengan tikungan yang cukup tajam.
“Kalau lebar jalan tidak sesuai standar, potensi kecelakaan cukup besar. Selain itu, dari sisi mitigasi bencana juga berbahaya, karena kendaraan darurat akan kesulitan masuk. Jadi ini bukan hanya soal akses, tapi juga soal keselamatan warga,” tambahnya.
Dengan adanya kunjungan lapangan ini, warga berharap persoalan yang sudah berlangsung cukup lama tersebut dapat segera diselesaikan dan akses jalan di Gang Jengki RT 08 Kelurahan Kampung I Skip kembali bisa digunakan sebagaimana mestinya. (RF)








Discussion about this post