24 Jun 2021
Tarakan

Karantina Pertanian Tarakan Berhasil Gagalkan Pasokan Daging Ilegal Asal Negara Tetangga

Karantina Pertanian Tarakan Berhasil Gagalkan Pasokan Daging Ilegal Asal Negara Tetangga

Keterangan Gambar : Karantina Tarakan wilayah kerja Sebatik Kabupaten Nunukan kembali berhasil menggagalkan pemasukan daging ilegal asal Malaysia .( Foto : Spesial)

Tarakan - Menjelang idulfitri 1442 Hijriyah, kementerian pertanian melalui karantina pertanian Tarakan memperketat lalu lintas komoditas di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Karantina Tarakan wilayah kerja Sebatik Kabupaten Nunukan kembali berhasil menggagalkan pemasukan daging ilegal asal Malaysia milik salah satu pedangang sembako di Sebatik yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan karantina yaitu sebanyak 30 paket daging Alana dan ayam dengan berat 870,1 kg diseludupkan melalui dermaga tradisional Lale Salo Sebatik pada pekan kemarin (8/5).

Kepala karantina pertanian Tarakan, Akhmad alfaraby menjelaskan melalui keterangan tertulisnya (11/5), "30 paket daging tanpa dokumen karantina ini harus kami tahan karena tidak memenuhi persyaratan karantina, sehingga tidak ada jaminan kesehatannya. Ada ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Flu burung yang mungkin terbawa oleh media pembawa daging Alana dan ayam ilegal tersebut".

Budi Setiawan penanggung jawab wilker sebatik menjelaskan bawa informasi masuknya daging ilegal bermula saat tim Bea cukai Nunukan serta satgas pamtas RI-MLY Yonarth 16/SBC 3 Kostrad melakukan patroli bersama di Darmaga tradisional Lale Salo Sebatik. 

Menurut Budi, penahanan ini dilakukan sesuai dengan Undang-undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Hal tersebut secara terpisah juga diberikan apresiasi oleh Kepala badan karantina pertanian (barantan), Ali Jamil, "tentunya kami tidak akan mampu mengawasi seluruh pintu masuk yang tersebar luas di wilayah Indonesia. Oleh karenanya bersinergi dengan instansi terkait di wilayah kerja menjadi solusi dalam menjaga sumber daya alam hayati dan pertanian agar tetap lestari dan dapat bermanfaat bagi petani dan juga masyarakat" ucapnya. (ANR)

Kirim Komentar