06 Aug 2021
Tarakan

Ijin Limbah Medis Terbit, Perumda Energi Mandiri Siap Setor Keuntungan Tahun ini

Ijin Limbah Medis Terbit, Perumda Energi Mandiri Siap Setor Keuntungan Tahun ini

Keterangan Gambar : Foto : Spesial

Tarakan - Rabu siang (23/06), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tarakan Energi Mandiri, melalui Direktur Utamanya Thamrin, menggelar press release mengenai sudah siapnya sejumlah izin operasional, khususnya izin izin yang berkaitan tentang pengelolaan limbah. 

Thamrin menjelaskan, bahwa saat ini pihak Perumda Tarakan Energi Mandiri, telah memegang beberapa izin untuk melakukan pengelolaan limbah. Mulai dari izin pengumpulan limbah, izin transportasi pengangkutan limbah yang telah diurus di Kementerian Perhubungan, hingga izin pengelolaan limbah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

''Semenjak Perumda Tarakan Energi Mandiri berdiri pada 1 April 2020 lalu, secara bertahap kami melengkapi seluruh perizinan yang dibutuhkan, mulai dari perizinan pengumpulan, trasportasi dan pengangkutan limbah , hingga pengelolaan. Dimana dengan sejumlah izin yang sudah kami pegang ini, kami bisa secara lancar menjalankan bussiness plan yang sudah diamanatkan oleh pemerintah Kota Tarakan, yakni pengelolaan limbah,'' jelas Thamrin. 

Selain itu, Thamrin mengatakan, saat pandemi covid-19 melanda, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengeluarkan surat edaran tentang pengelolaan limbah B3 dan sampah penanganan Covid-19, yang mana dalam hal ini, secara diskresi Pemerintah Kota Tarakan menunjuk Perumda Tarakan Energi Mandiri sebagai pihak yang mengelola limbah sampah dari penanganan Covid-19.

''Untuk pengelolaan limbah yang kami terapkan yakni pengelolaan menggunakan mesin Autoclave yang didukung dengan dua unit mobil pengangkut limbah. Tidak hanya itu, jika kami mengalami kendala dalam mengelola limbah di Tarakan dan daerah lainnya di Kaltara, kami juga sudah bekerjasama dengan PT. Balikpapan Environmental Services (BES). Dengan semua kesiapan ini, kami sudah siap menjalankan pelayanan pengelolaan limbah terutama di wilayah Kalimantan Utara,'' ujar Thamrin. (RF) 


Kirim Komentar