17 Sep 2021
Pemprov Kaltara

Gubernur Minta Buku Batik Kaltara Ditargetkan Selesai Sebelum 25 Oktober

Gubernur Minta Buku Batik Kaltara Ditargetkan Selesai Sebelum 25 Oktober

Keterangan Gambar : Foto : Diskominfo Kaltara

TARAKAN – Drs H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum dan Dr Yansen TP , M.Si langsung tancap gas di awal kepemimpinannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)

Tepatnya saat Gubernur menghadiri sekaligus membuka peresmian pencanangan pembangunan zona integritas di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltara di Tanjung Selor usai dilantik Presiden Jokowi pada 15 Februari lalu.

Dalam kesempatan hari kerja pertama sebagai orang nomor satu di Provinsi Kaltara itu, Gubernur mengimbau kepada seluruh stafnya untuk mengenakan produk kearifan lokal, yaitu menggunakan busana batik khas Kaltara.

“Kalau bukan kita, siapa lagi ?” seru Gubernur kala itu.

Seiring waktu berjalan, kini hampir seluruh aparatur sipil negara (ASN) baik di lingkungan Pemprov Kaltara hingga kabupaten/kota telah mengenakan batik lokal khas daerahnya masing-masing. Terutama setiap hari Kamis dan Jumat yang memang diwajibkan mengenakan batik maupun saat acara resmi lainnya.

Kebijakan ini pun membuat perajin batik lokal di lima kabupaten/kota se-Kaltara bak keruntuhan rejeki yang tentunya bisa menggairahkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lantaran kebanjiran pesanan.

“Ini semacam trigger bagi kami untuk melakukan pemetaan dan identifikasi soal batik di Kaltara untuk kemudian dibukukan,” kata Asri Malik, salah satu Tim Penulis Buku Batik Kaltara usai beraudiensi dengan Gubernur saat berada di Tarakan, Kamis (29/7/2021).

Proses pembuatan buku ini, jelas dia, akan dimulai Agustus hingga akhir September 2021.

“Targetnya sebelum HUT Kaltara tanggal 25 Oktober tahun ini buku itu sudah selesai. Dan Pak Gubernur minta buku itu akan di-launching di hari jadi Kaltara tersebut. Mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam prosesnya yang dimulai Agustus nanti, tim penulis akan mengidentifikasi dan menginventarisir seluruh produk batik yang dimiliki Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung.

Selain mengangkat bagaimana proses pembuatan dan asal muasal batik Kaltara, dalam buku tersebut juga akan memuat rekam jejak narasi dari para sejarahwan atau budayawan Kaltara serta foto-foto batik Kaltara.

“Hampir semua kabupaten/kota memiliki batik dengan motif dan coraknya masing-masing. Misalnya di Malinau, kabarnya ada lebih 10 motif yang dimiliki, begitu juga di Tarakan, Bulungan memiliki berbagai motif. Ini semuanya akan kita jabarkan dalam buku tersebut, agar orang-orang tahu maksud dan filosofi batik lokal tersebut, semoga lancar,” jelasnya.

Bak dayung bersambut, langkah tersebut disambut baik oleh Gubernur Zainal. Bahkan mantan Wakapolda Kaltara ini meminta untuk menuntaskan buku tersebut sebelum 25 Oktober mendatang.

“Atas nama Pemprov Kaltara dan pribadi saya mengapresiasi dan mendukung penuh gagasan baik ini. Olehnya itu saya minta segera diselesaikan sebelum HUT Kaltara 25 Oktober. Karena akan kita launching bersamaan dengan buku sejarah pembentukan Kaltara di HUT Kaltara itu,” kata Gubernur.

Di sisi lain Gubernur menilai, melalui buku tersebut dipastikan lebih mudah memperkenalkan batik-batik Kaltara ke masyarakat luas baik lokal maupun ke tingkat nasional.

“Jadi melalui buku ini nantinya setiap orang terutama pendatang dari luar Kaltara bisa kita berikan untuk dibaca dan dilihat seperti apa batik khas Kaltara. Maka secara otomatis bisa meningkatkan omzet pembatik lokal dan UMKM pada umumnya. Selama ini kan kita hanya memberikan kain batik saja kepada setiap tamu yang datang sebagai buah tangan,” tuturnya.

Gubernur menambahkan produk batik Kaltara yang dimiliki masing-masing daerah akan didaftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Agar batik Kaltara ini tidak diklaim orang luar,” tegasnya. (Sumber : Diskominfo Kaltara) 

Kirim Komentar