TARAKAN — Pemerintah Kota Tarakan terus berupaya meningkatkan predikat Kota Layak Anak. Wali Kota Tarakan, Khairul, menegaskan komitmennya untuk mendorong Kota Tarakan naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak atau KLA.
Saat ini, Kota Tarakan telah berada pada predikat Nindya. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Tarakan untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan berbagai aspek pemenuhan hak serta perlindungan anak.
Khairul mengatakan, upaya meningkatkan predikat KLA tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan anak membutuhkan dukungan dari seluruh unsur, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga lembaga dan instansi terkait.
“Kita terus berupaya agar Kota Tarakan bisa naik tingkat. Tetapi ini bukan hanya pekerjaan pemerintah, semua pihak harus ikut mendukung. Karena yang kita bangun bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana anak-anak kita benar-benar mendapatkan hak, perlindungan dan lingkungan yang baik.”
Dalam penilaian KLA, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian pemerintah. Evaluasi dilakukan melalui berbagai indikator yang terbagi dalam lima klaster hak anak, meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus.
Predikat Kota Layak Anak sendiri memiliki beberapa tingkatan, yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama, hingga kategori tertinggi yaitu Kabupaten/Kota Layak Anak. Setiap tingkatan menggambarkan sejauh mana pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memenuhi indikator pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Karena itu, Khairul menilai peningkatan predikat bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pembangunan di Kota Tarakan benar-benar memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah, instansi terkait, sekolah, keluarga, masyarakat, serta pihak swasta untuk bersama-sama memperkuat program dan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Edukasi kepada orang tua juga menjadi bagian penting agar pemahaman mengenai hak dan perlindungan anak dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kota Tarakan optimistis predikat Nindya yang telah diraih dapat terus ditingkatkan. Targetnya, Tarakan mampu naik ke tingkatan berikutnya dan secara bertahap menuju predikat tertinggi sebagai Kota Layak Anak. (RF)








Discussion about this post