TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting tingkat Kota Tarakan sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui perencanaan yang terarah dan terintegrasi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is, istri Wali Kota Tarakan sekaligus Ketua TP PKK Tarakan Sitti Rujiah, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan.
Pra Musrenbang tematik stunting ini merupakan forum perencanaan strategis yang melibatkan unsur pemerintah, TP PKK, serta pemangku kepentingan lainnya, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, yang secara khusus berfokus pada penyusunan program percepatan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyinergikan usulan masyarakat dengan program pemerintah, sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan stunting agar intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.
“Pra Musrenbang tematik stunting ini merupakan forum penting untuk menyatukan langkah kita semua, mulai dari tingkat kelurahan sampai kota, dalam merumuskan program yang tepat guna mempercepat penurunan stunting di Kota Tarakan,” ujar Ibnu Saud Is.
Ia menjelaskan, melalui forum ini pemerintah dapat merumuskan intervensi gizi terintegrasi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif, sehingga penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan seluruh OPD.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada sinergi lintas sektor. Karena itu melalui Pra Musrenbang tematik ini kita ingin memastikan semua program yang direncanakan benar-benar menyentuh akar masalah di masyarakat,” tambahnya.
Ibnu Saud Is juga menyampaikan bahwa Kota Tarakan termasuk daerah yang cukup berhasil dalam menekan angka stunting dari tahun ke tahun. Berdasarkan data pemerintah, prevalensi stunting di Tarakan berhasil ditekan dari sekitar 25,6 persen pada tahun 2022 menjadi sekitar 14,8 persen, dan terus menunjukkan tren penurunan hingga berada di kisaran di bawah 5 persen berdasarkan pencatatan terbaru di lapangan.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, termasuk peran TP PKK, OPD, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat dalam menjalankan program pencegahan stunting secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, angka stunting di Tarakan terus menurun dari tahun ke tahun. Ini hasil kerja bersama, dan ke depan kita harus lebih fokus lagi agar target penurunan bisa tercapai sesuai rencana,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan Pra Musrenbang Tematik Stunting ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap seluruh program yang disusun dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan, khususnya dalam upaya menciptakan generasi sehat, kuat, dan berkualitas di masa mendatang. (RF)










Discussion about this post