TARAKAN – Pemerintah Kota (pemkot) Tarakan menandatangani perjanjian kerjasama kemaritiman dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (bakamla RI) pada Kamis, (7/8/2025). Acara yang berlangsung di Swiss-Bell Hotel ini, juga sekaligus mengukuhkan 30 relawan penjaga laut nusantara yang akan berpartisipasi dalam mendukung keamanan nasional di kawasan perairan Kota Tarakan.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud IS memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama dan keberadaan Bakamla di Kota Tarakan.
“Kita berbatasan langsung dengan negara tetangga, baik darat maupun laut yang paling berisiko. Teknologi radar kita belum mampu menangkap kapal kayu kecil, sehingga perlu kehadiran fisik untuk pengawasan,” ungkap Wakil Walikota.
Wawali juga Berpesan kepada seluruh relawan agar dapat berkontribusi dengan berintegritas menjunjung tinggi nilai cinta tanah air.
Sementara itu, Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya mengatakan bahwa kehadiran Bakamla di Kota Tarakan merupakan suatu anugerah dalam berkolaborasi dalam menjaga keamanan perairan.
“Support yang luar biasa dari pemerintah daerah sehingga kita bisa meresmikan rapala ke-12 di kota Tarakan,” ucap Teguh.
Ia menjelaskan bahwa tugas pokok Bakamla adalah menjaga keamanan dan keselamatan laut, khususnya di perairan Tarakan dan sekitar Kalimantan Utara. Tarakan merupakan pintu alur laut keperluan Indonesia yang membutuhkan kekuatan stakeholder pengamanan maritim.
Relawan Penjaga Laut Nusantara yang dikukuhkan berjumlah 30 orang sebagai tahap awal. Pembentukan Rapala akan sangat membantu pelaksanaan tugas dan fungsi Bakamla dalam mengamankan perairan Indonesia.
Dengan terbentuknya Rapala Tarakan, ini menjadi yang ke-12 di seluruh Indonesia. Sebelumnya, program serupa sudah terbentuk di berbagai wilayah dari barat hingga timur Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan maritim nasional. (UL)










Discussion about this post