TARAKAN – Dalam proses penjaringan Golkar untuk pilkada Tarakan, terdapat satu nama figur yang enggan dipublikasi. Tim penjaringan Golkar juga masih merahasiakan nama figur tersebut.
“Terkait sosok misterius, nanti lah kami akan sampaikan setelah semua berkas pendaftaran ini direkap, sebelum di serahkan, masyakarat kota Tarakan akan tau siapa sosok misterius dimaksud,” Ujar Ketua DPD Golkar Tarakan, sekaligus Ketua Tim Pilkada Kota Tarakan Hj. Siti Laela, melalui Wakil Ketua Tim Pilkada Erick Hendrawan.
Sementara itu mekanisme internal di DPD Golkar Tarakan mulai berjalan, pasca menerima formulir pengembalian oleh beberapa figur yang mendaftar.
“Kita tunggu dan jalani saja dinamikanya 2 sampai 3 bulan kedepan, kemungkinan kami meyakini akhir Juli bisa jadi calon yang diusung Golkar sudah kelihatan,” imbuh Erick.
Saat ini terdapat 5 nama bakal Calon Wali Kota, dan 3 nama Bakal Calon Wakil Wali Kota yang mendaftar di penjaringan Golkar Tarakan.
“Adapun nama-nama yang mendaftar yakni H. Anas Nurdin, Ibnu Saud IS, dr.H. Khairul, M.Kes (Sabtu, 27 April 2024). H. Andi Muslim, Sofyan Udin Hianggio dan Dra. Hj. Mariyam, M.Si (Minggu, 28 April 2024),” terang Erick.
Sementara itu, figur Hj. Mariyam datang untuk mengembalikan formulir penjaringan Golkar di last minute jelang penutupan. Praktis nama Hj. Mariyam pun turut masuk dalam peta konstelasi Golkar di Pilkada Tarakan.
“Menariknya di detik menjelang penutupan penjaringan, nama Dra. Hj. Mariyam, M.Si mendaftarkan sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tarakan melalui partai Golkar,” kata Erick.
Setelah menyelesaikan proses penjaringan, Golkar mulai melakukan mekanisme internal terhadap nama yang sudah masuk.
“Selanjutnya, kami akan berkordinasi secara berjenjang terkait tahapan-tahapan yang akan dilalui oleh bakal calon, termasuk soal survey yang menjadi dasar mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas calon. Sesuai dengan persyaratan yang disampaikan oleh DPP melalui DPD I, kami akan berusaha sebisanya melaksanakan tahapan uji publik terhadap visi dan misi bakal calon,” ujar Erick.
Golkar juga tak sembarangan dalam memberikan rekomendasi kepada figur. Pemahaman terkait persoalan kota Tarakan menjadi salah satu indikator, dalam memberikan rekomendasi dari partai.
“Penting bagi kami, dalam rangka mengetahui visi dan misi bakal calon agar calon yang nantinya akan direkomendasikan serta diusung memahami sekali persoalan dan solusi terhadap pembangunan di kota Tarakan,” pungkas Erick. (*)









Discussion about this post