TARAKAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Kampung 1, Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi sasaran pencurian pada dini hari Senin (7/7/2025). Aksi pencurian yang terekam CCTV ini terjadi sekitar pukul 02.20 WITA dan diduga dilakukan oleh pelaku yang sudah berpengalaman.
Total kerugian mencapai Rp 15 juta, termasuk uang tunai dan sebuah tablet. Berdasarkan keterangan Firman, bendahara SDN 005 Kampung 1, pelaku masuk melalui sisi samping sekolah.
“Di CCTV, pelaku terekam masuk sekitar jam 02.20 WITA lewat samping, bukan dari belakang. Kami tidak tahu apakah dia memutar atau bagaimana,” ujar Firman (8/7/2025).
Pelaku langsung menuju koperasi sekolah sebagai target utama. Ia berhasil membobol pintu koperasi dengan cara mencungkil dan berada di dalam selama sekitar 20 menit.
Setelah itu, pelaku bergerak ke ruang guru, mengobrak-abrik hampir semua meja dan laci untuk mencari barang berharga.
“Hampir semua laci dibongkar, mungkin cari uang atau barang berharga. Tape saya juga lenyap,” ungkap Firman.
Dari ruang guru, pelaku menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam, dari pukul 02.43 hingga 03.30 WITA. Ia kemudian kembali ke koperasi selama 10 menit sebelum akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.10 WITA.
“Dia tahu posisi CCTV dan menghindarinya. Gagang meja yang disentuh dilap dengan tisu setelah dibongkar. Bahkan saat keluar, dia masih sempat membersihkan gagang pintu,” jelasnya.
Pelaku juga menggunakan tablet milik Firman dan menghapus akun di dalamnya agar tidak terlacak. Ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV adalah bertubuh tinggi, agak kurus, sedikit bungkuk, dan mengenakan pakaian serba tertutup mirip “ninja” dengan celana pendek. Ia juga membawa senjata tajam diduga jenis sangkur, menunjukkan persiapan matang sebelum beraksi.
Firman menyebutkan, sekolah tidak memiliki penjaga malam karena keterbatasan anggaran dari dinas pendidikan.
“Satpam hanya bertugas pagi sampai sore. Dulu kami punya penjaga malam, tapi sudah pensiun,” ujarnya.
CCTV menjadi satu-satunya alat bukti, namun pelaku yang menggunakan penutup wajah sehingga membuat identifikasi sulit dilakukan. Aksi pencurian ini pertama kali diketahui Firman saat mencari tablet untuk keperluan pendaftaran SPMB.
“Awalnya saya kira pocong karena di CCTV kelihatan putih. Setelah diperiksa, ternyata pelaku,” katanya.
Hingga kini, pihak sekolah belum melaporkan kejadian ini ke polisi karena masih fokus pada kegiatan pendaftaran SPMB. Namun, Firman menyebut ada rencana untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post