TARAKAN – Capaian kinerja Pemkot Tarakan di era kepemimpinan Khairul periode 2019-2024 mendapatkan tingkat kepuasan masyarakat di angka 70 persen. Sejumlah program yang masuk dalam janji politik juga tuntas dilaksanakan oleh Khairul, seperti persoalan Pendidikan hingga penyediaan kebutuhan dasar masyarakat melalui program sambungan gratis PDAM.
“Satu periode jabatan wali kota telah kami jalankan mulai 1 Maret 2019 dan berakhir pada 1 Maret 2024 dengan capaian-capaian pembangunan yang cukup memuaskan masyarakat Kota Tarakan yang ditandai dengan approval rating masyarakat Tarakan terhadap kinerja wali kota mencapai kurang lebih 70 persen dan approval rating terhadap kinerja pemerintah Tarakan pada periode yang sama kurang lebih 77 persen,” terang Khairul.
Beberapa capaian kinerja yang menjadi indikator tingkat kepuasan masyarakat, adalah berkat sejumlah program yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya alokasi dana RT Rp 50 juta hingga Rp 200 juta per tahun.
Pada era kepemimpinan Khairul, Pemkot Tarakan juga membuka kembali layanan puskesmas 24 jam dan pemberian layanan call center 112 untuk jasa ambulance gratis bagi masyarakat.
khairul juga beberkan program yang akan diusung pasangan Kharisma dalam Satu period eke depan. Yaitu Terwujudnya Kota Tarakan sebagai Kota Cerdas yang Bertumpu pada Sektor Jasa, Perikanan, Kelautan, Ekonomi Kreatif yang Berdaya Saing dan Maju Menuju Mastarakat yang Sejahtera.
Dalam mencapai visi tersebut, dilakukan melalui peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Selain itu meningkatkan pemerataan pembangunan dan infrastruktur pelayanan dasar yang handal dan meningkatkan pembangunan ekonomi melalui dukungan kemudahan berusaha yang berkeadilan yang bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, Kelautan, ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan atau UMKM.
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, ada 10 program unggulan Kharisma. Diantaranya program ekonomi kerakyatan berupa bantuan permodalan untuk UMKM dalam bentuk dana bergulir, stimulasi penciptaan lapangan pekerjaan melalui peningkatan investasi, peningkatan SDM calon tenaga kerja melalui pelatihan kerja dan program padat karya.
“Ada pula program pemasangan gas gratis, pemasangan air gratis, program penuntasan masalah banjir, peningkatan infrastruktur jalan kota dan jembatan, program bantuan petani dan nelayan berupa alat tangkap dan bibit udang dan pembuatan cold storage,” sambung Khairul.
Dalam membantu ekonomi kelas menengah di Tarakan, pihaknya mengaku akan mempelajari dulu pekerjaan masyarakat tersebut. Di sektor formal pihaknya sudah mengevaluasi Upah Minimum Kota (UMK) bagi pekerja di Tarakan. Dengan mengacu pada inflasi dan kebutuhan.
“Kalau masyarakat bekerja disektor informal tentu, harus ada bantuan langsung dari pemerintah. Kalau misalnya pekerja UMKM, kami bantu dari pemerintah. Itu salah satu program kami melalui dana bergulir,” jelas Khairul. (*)









Discussion about this post